Tips Seo: 10 Cara Efektif  Meningkatkan Kecepatan Loading Web-mu

load-time-loves-data-blog-v1-994x729

Kecepatan download dari situs ecommerce saat ini sudah menjadi jauh lebih cepat dalam beberapa tahun terakhir karena bertambahnya ketersediaan servis internet yang lebih cepat. Namun nyatanya masih ada banyak retailer yang berjuang untuk membuat situs mereka bekerja dengan cepat.

Kenyataan pahit bahwa mereka mampu mendesain situs yang user-friendly, namun masih kesulitan untuk loading benar adanya. Jika begitu tentu akan membawa dampak pada konsumen, mereka akan enggan bertransaksi di sana. Bahkan bagi beberapa situs, delay 1 detik saja bisa membawa kerugian material pada revenue online retailer. Dalam artikel ini, ada 10 tips SEO yang bisa kamu coba untuk meningkatkan kecepatan loadingsitus ecommerce.

  1. Kurangi Ukuran Page

Ukuran dari halaman website dihitung dalam satuan kilobytes. Di mana di dalamnya terdapat semua elemen dari setiap page – gambar/foto, JavaScript, CSS. Semakin kecil ukurannya, semakin baik. Hindari melakukan embed object atau image yang terlalu besar dalam page, selalu ingat bahwa visitormu akan butuh waktu untuk loading semua kontennya. Ukuran per page dapat diukur secara mudah dengan menyimpan page tersebut dalam komputer sebagai folder web archive dari browser. Kemudian cek size foldernya.

Usahakan untuk memberi waktu 3 detik (atau bahkan kurang) saat loading pagenya, kecuali kalau memang situs ecommerce-mu membutuhkan grafik yang lebih kompleks untuk meningkatkan revenue. Jika begitu, kamu harus bisa memilih antara merelakan calon konsumen karena waktu loading yang lambat atau menambah konsumen melalui grafik yang lebih kaya.

  1. Gunakan Content Delivery Network

Jika kamu memiliki konsumen dari seluruh dunia, pertimbangkan layanan jaringan delivery konten karena kamu bisa membersihkan konten dalam server yang berlokasi di berbagai belahan dunia, di mana hal itu akan mengurangi waktu loading. Hal ini sangat membantu, kata seorang konsumen di Hong Kong, yang bahkan bisa membuka page dari server di China, daripada harus melalui master server yang ada di USA.

  1. Gunakan Teknologi Caching dan In-memory

Gunakan kedua tools tersebut untuk mengakses database yang tidak diperlukan. Teknologi ini mampu menyimpan sementara in memory semua katalog produk ecommerce, semua informasi konsumen, indeks situs pencarian, dan informasi lainnya, yang mungkin akan menghindari panggilan pada database. Teknologi ini memanfaatkan RAM yang tersedia dalam server dan menyimpan data di dalamnya. Karena operasi input-output dalam RAM biasanya 10 kali lebih cepat daripada hard disk, maka hal ni akan membantu meningkatkan performa.

  1. Kompres Data

Gunakan software pengompress data untuk mengurangi ukuran data yang dikirim ke browser. Pemadatan ini dilakukan pada sisi server, sebelum merubah database dalam blient request. Hal ini membutuhkan perubahan file konfigurasi server, di mana hal itu membutuhkan tenaga ahli dari developers expert. Sebelum menggunakan data compression, pastikan bahwa pelangganmu tidak menggunakan browser versi lama, seperti Internet Explorer 4, karena tidak cocok untuk beberapa software seperti Gzip.

  1. Dimensi Gambar yang Spesifik

Tentukan tinggi dan lebar gambar agar browser bisa menyediakan placeholder gambar, memuat halaman dan gambar secara bersamaan. Namun tak jarang sebuah website menampilkan gambar tanpa menentukan dimensinya dalam halaman website. Hal ini akan memaksa browser untuk memuat semua gambar sebelum bisa memulai task lainnya, dengan begitu akan sangat membuang waktu lama.

Atribut tinggi dan lebar yang simpel pada setiap gambar akan membantu browser memahami ukuran dari gambar dan menyiapkan wadah yang sesuai untuk gambar tersebut selagi tetap memuat bagian lain dalam halaman/page. Pastikan juga untuk menentukan ukuran gambar sesuai dengan jenis-jenis device seperti laptop, tablet, atau smartphone.

  1. Optimasi Konfigurasi Platform

Jika kamu menggunakan platform ecommerce—hosted atau licensed, tentukan konfigurasi yang tersedia untuk meningkatkan waktu loading halaman website. Beberapa platform sudah menawarkan minor tweaks yang dapat memberikan keuntungan yang signifikan. Contohnya, konfigurasi default yang terdapat dalam Magento menyediakan file compression, content delivery network, dan perangkat kecepatan tambahan lainnya. Administrator Magento dapat membuat optimasi platformnya.

  1. Kurangi‘Round Trips’

Minimalisir jumlah “round trips” pada server dengan menggabungkan beberapa file. Contohnya, daripada mengakses beberapa file JavaScript secara terpisah, pertama-tama gabungkan mereka menjadi single file dan kemudian akses server. Hal ini akan membuat browser membuat satu request versus membuat multiple trips, di mana hal ini akan mengurangi waktu loadingnya. Ada beberapa tools dan teknik yang tersedia seperti CSS Sprites yang memungkinkan untuk memuat beberapa gambar dalam sekali request.

  1. Monitor Site Speed

Cek kecepatan dari situs ecommerce-mu secara rutin untuk meminimalisir adanya masalah. Jika halaman/page website dimuat lebih dari 3 detik, tentu itu butuh beberapa pembenahan. Ada banyak tools untuk mengukur dan mendiagnosis kecepatan situs. Beberapa di antaranya Pingdom, Yslow Yahoo, dan PageSpeed Insights dari Google.

  1. Hindari Terjadinya Redirects

Minimalisir terjadinya redirect pada situsmu ketika digunakan. Setiap redirect adalah request yang terpisah ke server dan akan menyebabkan meningkatkan waktu loading. Terkadang retailer terus mempertahankan redirect dari link lama ke link baru. Situasi ini harus segera dihilangkan ketika konsumen mulai mengakses secara langsung URL.

  1. Gunakan Server Hosting yang Cepat

Ukur server hosting seperti RAM, penyimpanan hard drive, kecepatan CPU—untuk memenuhi tuntutan traffic. Tantangan ini seringkali ditemui pada perusahaan yang sudah berkembang, namun masih menggunakan server yang kecil (atau server bersama).

Tanyakan pada provider hosting untuk mengukur server berdasarkan beban puncak user, kemungkinan pertumbuhan traffic pada tahun berikutnya, dan kebutuhan memori. Kemudian pasang tanda di email jika sudah sampai batas overload, misal loading traffic sudah mencapai puncaknya. Ini akan membantumu dalam pengelolaan server.

Apa kamu memiliki tips SEO lainnya untuk meningkatkan loading speed website? Silakan share di kolom komentar di bawah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *