Mengapa A/B Test Sangat Penting Bagi Toko Online?

AB testing

Apa itu A/B Testing?

Pernahkah Anda mendengar istilah A/B testing? Apa itu A/B testing dan apa fungsinya? A/B testing adalah sebuah istilah yang mengacu pada metode pengujian untuk membandingkan dua variabel yang berbeda untuk menemukan satu yang bekerja lebih baik. Opsi pertama adalah “A” dan yang kedua adalah “B”. Hal ini sebenarnya sederhana. Pada artikel ini kami akan mengupas tuntas tentang A/B testing, keuntungan, dan bagaimana menggunakannya.

“Mana yang harus kami tampilkan dalam homepage, kategori atau merek?”

Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh beberapa pengusaha ketika memulai bisnis B2C ecommerce. Seperti kita tahu, pemain B2C ecommerce biasanya menampilkan homepage dengan kategori, namun beberapa menduga bahwa pembeli sebenarnya lebih tertarik untuk mengetahui siapa pemasoknya/supplier. Bagaimana untuk memastikan hal ini? Disinilah A/B testing digunakan.

Apa saja yang dapat diuji?

Ada banyak hal yang dapat diuji dengan menggunakan A/B testing. Berikut beberapa contohnya:

  • Mana yang lebih menarik antara halaman produk yang panjang atau potongan pendek?
  • Haruskah menggunakan drop down menu atau drilldown menu disebelah kiri?
  • Kolom testimonial di atas flip atau di bawah halaman?
  • Gambar kustom resolusi tinggi yang dapat diperbesar memerlukan biaya tambahan. Apakah itu cukup bernilai?

Jika Anda telah menghabiskan waktu di ecommerce, Anda tahu bahwa ini adalah pertanyaan penting yang harus dijawab. Tapi, ini hanyalah sebagian kecil dari sejumlah pertanyaan yang sama yang harus Anda jawab ketika datang ke konten, navigasi, pengalaman pengguna, dan arsitekur.

Memulai A/B testing

Ketika Anda siap dengan A/B testing, pastikan bahwa Anda:

  • Menjalankan dua percobaan secara bersamaan, atau jika tidak rubah kasus menjadi perbandingan apel dan jeruk.
  • Gunakan hanya satu parameter daripada beberapa hal yang berbeda antara A dan B. Jika tidak, Anda tidak akan bisa membangun hubungan sebab akibat.
  • Gunakan cookies untuk memastikan bahwa pengunjung yang sama tidak melihat versi yang berbeda dari situs Anda ketika mengunjungi kembali.
  • Membuat keputusan bijaksana untuk berapa lama menjalankan pengujian sebelum tiba pada kesimpulan.

Ingat, ini hanyalah test

Meskipun Anda telah mengupayakan yang terbaik, pengujian mungkin saja bisa salah. Jadi, selalu gunakan insting Anda. Tidak ada test yang dapat menggantikan pengalaman dan kehalian seorang ecommerce profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *