ini Dia 3 Mitos Cloud SaaS yang Menjadi Perdebatan Di Dunia Maya!

cloud saas

Semakin meningkatnya layanan cloud saat ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang canggih, ada banyak pertanyaan tentang bagaimana layanan ini bekerja, bagaimana panjang dan rumitnya proses deployment, siapa yang mengelola data, sistem keamanan apa yang ditawarkan untuk melindungi privasi pengguna, dapatkah layanan ditingkatkan dengan mudah, dan masih banyak lagi. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa mitos tentang cloud SaaS.

Mitos 1 : Keruwetan seharusnya bekerja di sekitar perangkat legacy dan termasuk beban kerja membuat solusi cloud Software as a Service (SaaS) menjadi beban berat selama proses integrasi.

Fakta : Beberapa penyedia cloud SaaS memiliki cukup banyak pengalaman dalam merampingkan dan mempercepat proses integrasi dengan perangkat legacy.

Beberapa solusi cloud SaaS tidak memerlukan konfigurasi dengan sistem legacy yang ada, meskipun mereka lebih suka bekerja sebagai platforms tunggal tanpa membutuhkan integrasi. Dalam kondisi normal, mayoritas solusi ini tidak memerlukan konfigurasi dan deploying lebih dari 38 jam. Pada kenyataannya, beberapa solusi dapat digunakan dalam beberapa jam didasarkan pada ketersediaan penyedia, sumber daya IT, dan infrastruktur jaringan.

Mitos 2 : Jika ada kekurangan dari factoring dan regulasi menyebabkan pelanggaran data, solusi SaaS secara umum tidak aman dan menimbulkan risiko privasi.

Fakta : Fakta bahwa pelanggaran data yang disebabkan karena pencurian fisik sistem on-site dan data tidak dapat dipungkiri. Sebenarnya, hacker yang masuk ke dalam servers di pusat data perusahaan empat kali lebih mungkin terkena serangan malware jika dibandingkan dengan vendor cloud hosting.

Sebelum deploying cloud SaaS CMS, perusahaan harus melakukan kajian yang komprehensif terhadap kebijakan manajemen risiko provider dan memastikan bahwa solusi menggabungkan audit. Pada intinya, bekerjalah dengan vendor yang mengerti akan kebutuhan regulasi dari bisnis Anda dan memberikan perlindungan yang jelas tentang data dan kebijakan keamanan.

Mitos 3 : Penerapan solusi cloud SaaS CMS dimulai dan diakhiri sebagai solusi untuk disaster recovery.

Fakta : Meskipun sebagian besar bisnis memahami pentingnya menerapkan penyimpanan data off-site sehingga proses recovery dapat berjalan cepat selama terjadi bencana, keuntungan dari cloud SaaS jauh lebih banyak dari sekedar disaster recovery. Solusi ini secara luas dianggap menjadi sangat fleksibel dan menyediakan lingkungan yang lebih aman. Statistik menunjukkan bahwa vendor cloud empat kali lebih mungkin untuk mengalami serangan malware, dan ancaman cyber bila dibandingkan dengan data center perusahaan.

Dengan deployment dari solusi cloud SaaS, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari penurunan sumber daya IT, yang biasanya terkait dengan model implementasi legacy. Cloud terbukti lebih efisien dari sisi biaya, mayoritas dari informasi aset keamanan yang terus berpindah dan infrastruktur yang dapat ditingkatkan, sehingga menguntungkan perusahaan dari peningkatan efisiensi dan skala ekonomi.

Solusi cloud SaaS hadir sebagai kebutuhan mendasar bagi perusahaan, meskipun mereka perlu memahami perbedaan antara SaaS dan cloud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *