Ini Alasan Harus Membaca Aturan Web Hosting!

genreal_terms_01

Banyak orang yang menjadikan harga sebagai patokan utama dalam memilih web hosting, setelah itu baru melihat kualitas layanan yang ditawarkan. Mereka bahkan tidak mencari tahu secara detail, dan hanya mencari penyedia hosting dengan harga termurah yang dapat ditawarkan dan kualitas layanan yang biasa-biasa saja.

Industri web hosting adalah ranah yang sangat kompetitif, sehingga para penyedia menawarkan paket-paket hosting yang ‘bombastis’ untuk menarik pelanggan. Jika Anda tidak cukup teliti dalam membaca aturan suatu layanan web hosting dan asal-asalan dalam memilih layanan, kemungkinan besar Anda akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk jangka panjang. Untuk menghindari hal tersebut, lakukan hal-hal berikut:

Waspada dengan sesama pengguna layanan : Cari tahu orang-orang seperti apa yang menggunakan suatu web hosting. Cek apakah penyedia layanan menggunakan spam policy secara ketat atau tidak. Cek apakah penyedia layanan secara proaktif memantau pelanggannya agar servernya tidak digunakan untuk aktivitas web ilegal. Jika penyedia layanan mengizinkan orang lain untuk menjalankan website yang aneh dan mengganggu, kemungkinan besar website Anda-pun akan terkena dampaknya, misalnya ikut diblok oleh search engine. Selain itu, website spam sangat boros sumber daya, sehingga performa website Anda pun akan menjadi sangat lambat.

Cek persyaratan sewa hosting: Ada kemungkinan pengguna lain di suatu web hosting tidak menyukai aktivitas website yang Anda lakukan. Untuk itu, cari tahu dengan seksama mengenai aturan penggunaan hosting sebelum Anda memutuskan. Contohnya, jika website Anda menyediakan download musik, pastikan penyedia hosting mengizinkan Anda melakukan hal tersebut.

Pelajari tentang email: Cari tahu apakah penyedia hosting Anda membatasi seberapa banyak email yang dapat Anda kirim, dan berapa batasnya. Walaupun hal ini terlihat sepele, sebenarnya pembatasan email adalah hal yang baik. Website spam mengirim ribuan sampai jutaan spam setiap hari, dan jika alamat IP hostingmu telah di-blacklist sebagai spam, kemungkinan email Anda pun akan dicap sebagai spam.

Pelajari tentang hak tenancy: Mencari web hosting yang tepat itu seperti mencari rumah atau apartemen untuk disewa. Pertanyaannya pun mirip-mirip, seperti pertanyaan seputar prosedur pembayaran, jangka waktu pembayaran, peringatan pembayaran, peringatan kenaikan harga pembayaran, bagaimana jika telat membayar, dan lain-lain.

Selain itu, pelajari juga bagaimana jika layanan Anda terima ternyata tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Bagaimana mengurus refund serta syarat-syarat apa saja yang harus dilengkapi. Cek juga apakah customer service mereka dapat diandalkan dan responsif dalam menyelesaikan masalah.

Tips-tips di atas berguna tidak hanya bagi pelanggan namun juga bagi para reseller hosting, karena layanan bisnis reseller pasti dipengaruhi oleh perusahaan induk juga. Hal yang tidak kalah penting bagi reseller adalah mengetahui apakah ada pembatasan jumlah file yang dapat disimpan. Perusahaan seperti GoDaddy, HostGator, dan Netfirm hanya memperbolehkan 50,000 file disimpan dalam satu akun reseller. Karena itu, penting bagi reseller untuk memperhatikan aktivitas pelanggannya dalam penggunaan space disk yang disediakan. Anda tidak ingin hanya karena satu pelanggan yang melanggar ketentuan, akun reseller Anda di-suspend.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *