Begini Cara Menggunakan Direct Messages Twitter untuk Customer Service

twitter direct message

Hello tweeps!
Jika kalian pengguna Twitter mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata-kata sapaan tersebut. Ya, Twitter kini telah menjadi salah satu situs jejaring sosial dan microblogging terpopuler saat ini dengan jumlah pengguna di Indonesia mencapai 50 juta orang.

Semakin tingginya popularitas Twitter membuat banyak orang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk keperluan bisnis. Misalnya sebagai sarana pengaduan/komplain, kampanye politik, sarana pembelajaran, dan sebagai media komunikasi dengan pelanggan.

Nah, salah satu fitur yang menarik dari Twitter adalah direct message, yaitu fitur yang memudahkan pengguna untuk menghubungi kita secara langsung. Pada artikel ini kita akan belajar bagaimana menggunakan fitur direct message Twitter untuk meningkatkan komunikasi dengan pelanggan.

Cara kerja Twitter Direct Messages

Disini kita bisa mengatur akun kita untuk menerima direct message dari setiap pengguna Twitter, meskipun kita tidak follow mereka.

Sebelumnya, fitur direct message memang kurang praktis jika digunakan untuk customer service karena hanya bisa mengirim direct message ke pengguna yang memfollow akun kita. Hal ini menjadi penghalang antara pengguna yang mencari customer service melalui Twitter dengan bisnis yang memanfaatkan fitur ini.

Sekarang, kita bisa dengan mudah untuk memilih menerima direct message dari siapa pun. Secara default fitur ini memang tidak aktif, jadi kita harus mengaturnya secara manual di pengaturan Security dan Privacy.

Gunakan direct messages untuk customer service

Jika kita ingin memberikan layanan pelanggan yang terbaik di media sosial, maka pertimbangkanlah untuk menggunakan fitur ini. Dengan mengaktifkan fitur ini, setiap penggemar, follower atau pelanggan yang ingin tahu bisa mengirimkan direct message tanpa kita harus follow mereka.

Fitur direct message yang baru ini sangat cocok digunakan untuk customer service ketika memberikan dukungan pada bagian yang berhubungan dengan informasi peribadi.

Misalnya, jika pengguna melaporkan masalah di Twitter atau memiliki pertanyaan tentang tentang informasi lebih lanjut, kita bisa mengundang pelanggan untuk mengirimkan direct message kepada kita dengan embel-embel bahwa mereka tidak nyaman jika dipublish secara publik.

Seperti halnya fitur baru, pasti akan menimbulkan pro dan kontra ketika menggunakan fitur ini untuk keperluan bisnis. Jadi, tetaplah berhati-hati dalam menggunakannya.

Karena perubahan Twitter untuk kebijakan direct message relatif baru, maka masih harus dilihat bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan direct message secara keseluruhan, dan apakah itu akan bisa menjadi cara yang populer bagi pengguna ketika mencari layanan pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *