5 Alasan Mengapa Foto Di Sosial Media Banyak Di Share

sosial media

Dalam bukunya “Success Secrets of the Online Marketing Superstars”, Mitch Meyerson mengenalkan kita dengan 22 inovator yang telah mendefinisikan ulang mengembangkan pemasaran online.

Pada artikel ini kami akan menguraikan lima karakteristik gambar yang harus kamu miliki untuk terhubung dengan audiens.

Sebuah gambar online mungkin dapat menarik perhatian pengunjung dan membuat mereka mengambil tindakan lebih lanjut jika mampu memenuhi salah satu atau lebih dari lima tujuan berikut ini.

1. Asli (orisinil)

Kamu mungkin pernah mendengar tentang statistik Pinterest, dimana 80 persen dari konten mereka adalah shared content atau “repins”. Jika melihat situs jejaring sosial lainnya seperti Facebook, rasio keaslian konten yang dibagikan adalah hampir sama. Orang senang untuk berbagi konten baru, terutama konten visual baru. Bagaimana kita mendapatkan 20 persen konten sisanya? Jawabannya adalah dengan membuat gambar orisinil (asli) yang dapat membantu atau menginspirasi target audien kita.

Berikut tips membuat gambar asli yang terbukti sangat shareable di seluruh jejaring sosial:

How-to. Buatlah gambar berurutan atau yang menunjukkan sebuah proses langkah demi langkah untuk pengguna menggunakan diagram, foto, screenshoot, atau gambar. Sisipkan gambar tersebut pada posting blog sehingga mereka dapat dengan mudah berbagi di media sosial.

Quotes. Kutipan merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam konten visual di media sosial dalam industri apapun. Posting secara konsisten dengan quote/kutipan dari orang-orang berpengaruh dalam industri, atau motivasi dan lelucon, bisa menarik perhatian audien.

Tips. Kamu dapat memberikan tips sederhana untuk memecahkan masalah pengguna. Masukkan jawaban menjadi gambar snackable (menambahkan overlay teks) untuk memberitahu apa yang kamu tahu.

Konsisten. Konten visual terbaik bukan gambar dan video dengan desain terbaik, jenis huruf atau editing akhir. Konten visual yang terbaik adalah konten yang diposting secara konsisten. Bisnis yang sukses tidak hanya membuat tapi juga mengkurasi konten untuk orang lain untuk dibagikan.

2. Tepat waktu

Ada sebuah peluang besar dalam membuat konten visual untuk menanggapi suatu peristiwa, berita atau sebagainya. Memposting secara real time dapat melibatkan emosi audien “saat itu juga” dari sebuah peristiwa, menginspirasi mereka untuk berbagi dan mengambil tindakan.

Selain itu menambahkan URL website atau gambar logo branding yang berisi tips/ide-ide yang dimiliki bisnismu akan mendapatkan lebih banyak share ketika branding dihapus atau diminimalkan, karena orang ingin berbagi konten seakan itu milik mereka. Keberhasilan konten visual terletak pada desain grafis, bagaimana menangkap perhatian serta mempostingnya secara cepat dan tepat sehingga mendorong orang lain untuk berbagi.

3. Relevan

Sangat penting untuk menyesuaikan konten visual dengan masing-masing platform media sosial yang kamu gunakan. Gambar harus dapat menyatu dengan newsfeed dan pengalaman pengguna.

Facebook. Posting gambar yang dapat menghibur dan menginspirasi audien saat mereka berada di sana untuk berbagi dengan teman-teman mereka. Jangan hanya memposting tentang bisnis, tapi ceritakan sebuah cerita. Cobalah memasukkan quote/kutipan inspiratif atau foto lucu. Pengguna Facebook ingin menikmati hiburan bukan untuk membeli.

Pinterest. Posting gambar yang berkualitas tinggi dan memberikan efek “eye candy” untuk pengguna. Orang-orang datang untuk pengalaman belanja sosial dan bermimpi tentang apa yang mungkin di Pinterest.

Instagram. Instagram merupakan tempat untuk berbagi foto, entah itu foto pribadi maupun foto bisnis. Kamu bisa berbagi foto dengan followermu menggunakan kamera ponsel. Jangan takut menggunakan video di instagram meskipun itu hanya 15 detik, dari video yang efektif untuk menghibur orang lain.

4. Snackable

Gunakan gambar yang kecil yang mudah diproses untuk memberikan gambaran visual yang cepat atau preview sebuah artikel atau infographic. Ketika dibagikan, gambar snackable berdiri sendiri untuk menyediakan konten. Buat grafik kecil, kutipan, tips atau gambar yang mengandung bagian kecil dari isi postingan blog atau artikel. Gambar sangat baik disisipkan pada blog dan dibagikan dari blog tersebut.

5. Mendatangkan traffic

Setelah mendapat perhatian pengguna, apa yang membuat mereka ingin terlibat dengan kontenmu? Gambar harus memberikan ajakan untuk di klik. Jika kamu tidak tahu di mana pengguna ingin pergi, bagaimana mereka?

  • Dapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang ingin dilakukan pengguna dan di mana kita ingin mereka berakhir ketika terlibat dengan konten visual yang kita buat: Engagement? Mengarahkan lalu lintas ke website? Berlangganan?
  • Gambar harus bisa menggambarkan dirinya sendiri. Tambahkan teks untuk konteks atau untuk memberikan informasi lebih lanjut dalam deskripsi.
  • Tambahkan link yang bisa mendeskripsikan gambar tersebut.
  • Aarahkan satu click to action utama untuk setiap gambar.
  • Arahkan traffic kembali ke blog atau websitemu.
  • Sertakan gambar header pada postingan blog sehingga dapat dengan mudah di pinned ke Pinterest.

Itulah 5 alasan mengapa foto/gambar di sosial media banyak dishare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *