5 Alasan Mengapa Bisnis E-Commerce Menjadi Gagal

Menurut sebuah studi, sekitar delapan dari sepuluh toko online gagal dalam 24 bulan pertamanya. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan bisnis online yang meningkat sekitar 13 persen setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena dalam pasar yang sangat kompetitif, dasar dalam bisnis e-commerce menjadi penentu apakah akan berjalan lancar atau justru gagal. Tidak peduli bidang apa yang Anda jalankan, Anda bisa selalu terjebak dalam bisnis e-commerce yang salah dan membawa kehancuran. Inilah mengapa kami merangkum artikel ini untuk menginformasikan mengenai 5 alasan utama mengapa bisnis e-commerce menjadi gagal. Berikut adalah beberapa hal tersebut yang dapat dijadikan pelajaran.

  1. Kurangnya Fokus Produk

Kesalahan pertama yang begitu banyak pedagang online lakukan adalah pada tahap perencanaan produk. Sebelum launching, mereka kebanyakan tergoda untuk memuat toko onlinenya dengan banyak jenis produk. Sayangnya, hal ini dapat menyebabkan kegagalan pada bisnis Anda. Memiliki produk yang beraneka ragam menjadikan bisnis Anda tidak dapat dipercaya di mata konsumen. Tanpa adanya identitas dan produk yang terfokus dari bisnis Anda, konsumen akan semakin mudah meninggalkannya. Brayola adalah salah satu toko online yang terfokus dan dapat melakukannya dengan benar. Memilih brand dan produk dengan tepat, menjadi ahlinya, beserta otoritas di dalamnya.

  1. Tidak Memberikan Layanan

Kesabaran adalah kunci dari keberhasilan, dengan kesabaran akan datang perencanaan yang lebih baik di masa depan. Sebuah bisnis yang baik akan memerlukan waktu untuk tumbuh dan strategi jangka panjang sangat penting untuk keberhasilan e-commerce. Salah satu strategi jangka panjang yang harus dikembangkan adalah memberikan layanan pelanggan terbaik. Hal ini yang sering dilupakan oleh beberapa pelaku bisnis online. Jika Anda tidak bisa memeberikan layanan yang diinginkan pelanggan, maka penjualan produk akan semakin menurun. Ini tentunya menyebabkan kemunduran dan bisnis e-commerce Anda akan mengalami kegagalan.

  1. Meremehkan Kompetisi

Anda harus mengetahui bahwa ada banyak toko di luar sana yang menjual produk sama seperti yang Anda jual. Kompetisi dalam hal bisnis sangat wajar dan harus dilakukan secara sehat. Masalahnya, banyak yang masih meremehkan kompetisi yang terjadi. Memilih untuk menjual produk pasar yang massal berarti Anda bersaing dengan begitu banyak toko-toko lain yang lebih baik dan kemungkinan bisnis Anda ada jauh di bawah mereka. Dalam mengatasi hal ini, cari produk yang pada dasarnya memiliki keaslian, dapat lebih dihargai, dan tonjolkan layanan pribadi yang dapat mengangkat Anda dari kompetisi pasar.

  1. Anggaran Dana Yang Buruk

Kebanyakan bisnis memulai anggaran yang terbatas untuk perusahaan e-commercenya. Sebenarnya bukan berapa jumlah anggarannya yang terpenting, melainkan bagaimana Anda mengelola anggaran tersebut dengan baik agar dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis. Anggaran dana yang buruk tentu menjadikan bisnis e-commerce Anda mengalami kegagalan. Misalnya dengan menempatkan anggaran yang besar untuk produk tetapi lupa mengatur anggaran untuk pemasaran. Buatlah arus kas Anda tetap seimbang antara pemasukan dan pengeluaran.

  1. Tidak Mendapat Traffic Yang Cukup

Alasan terpenting yang membuat bisnis e-commerce menjadi gagal adalah traffic. Anda mungkin sudah mengusahakan segala hal yang terbaik untuk bisnis Anda, tapi hal ini akan sia-sia jika tidak ada orang yang melihat website Anda dan tidak ada yang membeli. Inilah kenapa traffic pada website sangat penting untuk mengembangkan bisnis. Anda bisa menggunakan aplikasi yang ada untuk meningkatkan traffic dan mendorong konsumen untuk melihat dan mengetahui bisnis Anda.